Ainul Wafa

Ketersediaan Air di Kabupaten Pasuruan Harus Tetap Terjaga

1507966_1577166579238333_4724357735466155617_n

H. Moch. Rusdi Sutejo (berkopyah hitam) saat memberikan pemaparan dalam diskusi dengan Peserta Sekolah Demokrasi 2015 di Warung Apung, Bangil, Rabu (13/5/2015)

Ketersediaan air di Kabupaten Pasuruan harus kita jaga kelestariannya. Itulah kalimat yang disampaikan Ketua Komisi 3 DPRD Kab. Pasuruan, dalam FGD (Focus Group Discussion) dengan peserta sekolah Demokrasi di Warung Apung Bangil, Rabu, (13/5/2015) siang.

Dalam kegiatan tersebut terkuak data dari beberapa peserta diskusi. Salah satunya dari masyarakat paguyuban pengusaha air di kawasan Prigen. Koes Bambang, misalnya, menyebutkan bahwa seribu sampai dua ribu truk tangki air kabupaten Pasuruan dijual ke daerah Surabaya dengan harga hanya Rp 10.000 per tangkinya. “Kita tidak bisa berbuat apa-apa, kita hanya jadi penonton saja,” keluhnya. Hal ini terjadi karena regulasi di kabupaten Pasuruan belum jelas untuk mengatur itu.

Bambang menambahkan bahwa harga yang ditetapkan harusnya lebih tinggi agar kita bisa menyisihkan untuk program konservasi di daerah hulunya. Eksploitasi yang dilakukan harus diimbangi konservasi agar ketersediaan airnya bisa terjaga.

Setelah mendengar hal tersebut, H. Moch. Rusdi, berjanji akan membawa permasalahan ini ke DPRD. “Kebetulan setelah ini saya ada rapat dengan Dinas Pengairan, nanti akan coba saya sampaikan ke kepala dinasnya,“ tandas politisi muda Gerindra ini.

Dicabutnya Undang-Undang No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (SDA) oleh Mahkamah Konstitusi (MK) mengakibatkan kekosongan hukum. Begitu juga di Kabupaten Pasuruan. Perda No. 8 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Air Tanah juga tidak berlaku lantaran dasar hukumnya sudah dibatalkan.

Akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk berupaya memperbaiki sistem aturan, agar ketersediaan air di kabupaten Pasuruan bisa terjaga. “Kita akan membuat regulasi yang jelas terkait pengelolaan air di kabupaten Pasuruan. Jangan sampai anak cucu kita nanti kekurangan air jika praktik seperti itu dibiarkan secara berkelanjutan.” Tegasnya. (aw)

Muchammad Unsuri Ainul Wafa adalah Seorang Pendidik sekaligus seorang yang Baru belajar di dunia Politik

Facebook Twitter 

Leave a Reply